Senin, 11 Oktober 2021

KB PASCA SALIN

 

MENGENAL KB PASCA SALIN


a.    Pengertian Program Keluarga Berencana

Program keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang diinginkan, mengatur jarak interval kehamilan, merencanakan waktu kelahiran yang tepat dalam kaitanya dengan usia istri, serta menentukan jumlah anak dalam keluarga.  Tujuan umum dari pelayanan kontrasepsi adalah pemberian dukungan dan pemantapan penerimaan gagasan KB. Tujuan pokok yang diharapkan adalah penurunan angka kelahiran.

b.    Visi dan Misi Keluarga Berencana

Visi program Keluarga Berencana sangat menekankan pentingnya upaya menghormati hak-hak reproduksi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas keluarga. Visi tersebut dijabarkan dalam enam misi kesejahteraan, yaitu: [L5] 

1)   Memberdayakan masyarakat untuk membangun keluarga kecil berkualitas.

2)   Menggalang kemitraan dalam peningkatan kesejahteraan, kemandirian dan ketahanan keluarga.

3)   Meningkatkan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.

4)   Meningkatkan promosi, perlindungan dan upaya mewujudkan hak-hak reproduksi.

5)   Meningkatkan upaya pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan jender melalui program Keluarga Berencana.

6)   Mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas sejak pembuahan dalam kandungan sampai dengan lanjut manusia 

 

c.    Tujuan Keluarga Berencana

Keluarga berencana merupakan salah satu strategi untuk mengurangi kematian ibu khususnya ibu dengan kondisi 4T yaitu terlalu muda melahirkan (di bawah usia 20 tahun), terlalu sering melahirkan (lebih dari dua anak), terlalu dekat jarak melahirkan (kurang dari dua tahun) dan terlalu tua melahirkan (di atas usia 35 tahun). Selain itu, program KB juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga agar dapat timbul rasa aman, tentram, dan harapan masa depan yang lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin. 

d.    Manfaat Keluarga Berencana

Kontrasepsi merupakan salah satu kebutuhan hidup sehat. Pasangan usia subur yang belum/tidak berencana punya anak lagi dan tidak memakai kontrasepsi, masuk ke dalam kelompok yang berisiko tinggi. KB membantu mewujudkan tiga pesan utama menuju kehamilan sehat dengan mengatur jarak kehamilan, yaitu:

1)        Setelah persalinan, wanita seharusnya menunggu dua tahun untuk kembali hamil lagi.

2)        Setelah abortus, wanita seharusnya menunggu enam bulan sebelum hamil kembali.

3)        Wanita seharusnya menunggu usia 20 tahun u[L11] ntuk hamil yang pertama.12

e.    Jenis-Jenis Alat KB

Terdapat beberapa metode kontrasepsi modern yang efektif dalam mencegah kehamilan. Berdasarkan waktunya pelayanan KB dibagi menjadi:

1)   KB Interval, yaitu PUS yang menggunakan alat kontrasepsi di luar KB pasca persalinan,

2)   KB pasca persalinan, yaitu PUS yang menggunakan alat kontrasepsi langsung sesudah melahirkan sampai dengan 42 hari. KB pasca persalinan merupakan salah satu upaya terobosan penting untuk mendukung penurunan angka kematian ibu melalui pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan kehamilan berisiko.

Berdasarkan metodenya, KB dibagi menjadi:

1)      KB Non Hormonal

KB Non Hormonal merupakan kontrasepsi yang tidak terkandung hormon di dalamnya. Macam-macam KB Non Hormonal yaitu:

a)        Kondom

Salah satu kontrasepsi yang terbuat dari karet/lateks, berbentuk tabung tidak tembus cairan, salah satu ujungnya tertutup rapat dan dilengkapi kantung untuk menampung sperma. Dapat digunakan kapan saja saat berhubungan seksual. Kondom bekerja dengan cara menghalangi sperma masuk ke uterus. Kondom dapat bekerja efektif mencegah kehamilan selama digunaan secara benar dan digunakan setiap kali melakukan hubungan seksual. Keuntungan menggunakan kondom adalah tidak mengganggu ASI, tidak ada efek samping hormonal serta dapat mencegah penyakit seksual.

b)        AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) /IUD

Sesuai dengan namanya, AKDR merupakan alat kontrasepsi dengan memasukkan alat ke dalam rahim. AKDR dapat dipasang kapan saja selama dipastikan tidak hamil, bisa dilakukan 48 jam pascaplasenta atau setelah empat minggu pasca persalinan. Jenis AKDR yang tidak mengandung hormon salah satunya adalah Copper T yang efektif mencegah kehamilan hingga 10 tahun. Cara kerja AKDR adalah dengan mencegah ovum dan sperma bertemu, menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba fallopi, mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri, serta mencegah implantasi embrio dalam uterus. 

Keuntungan:

                                                         i.          Efektivitas tinggi 0.6-0.8 kehamilan per 100 pengguna dalam 12 bulan pertama pemakaian (segera efektif setelah dipasang)

                                                       ii.          Masa aktif 8-10 tahun

                                                     iii.          Praktis

                                                     iv.          Tidak mempengaruhi hubungan seksual

                                                        v.          Tidak mempengaruhi produksi ASI

                                                     vi.          Tidak ada efek hormonal (AKDR tanpa progestin)

                                                   vii.          Tidak ada interaksi dengan obat-obat

                                                 viii.          Membantu mecegah kehamilan ektopik

                                                     ix.          Kembalinya kesuburan dalam waktu singkat setelah AKDR dilepaskan

Efek Samping:

                                                         i.          Perubahan siklus haid (terutama 3 bulan pertama) misalnya haid jadi lebih banyak dan nyeri, dan perdarahan antar menstruasi

                                                       ii.          Merasa nyeri dan kram perut 3-5 hari setelah pemasangan

                                                     iii.          Perforasi dinding uterus apabila sukar dalam pemasangan 

c)        Metode Operasi Wanita (MOW)/Tubektomi

MOW bekerja dengan menghambat ovum dengan cara mengoklusi tuba falopi sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum. Metode ini harus melalui prosedur medis/operasi. Waktu ideal tindakan MOW yaitu 48 jam hingga 1 minggu setelah bersalin.

Keuntungan:

                                                         i.          Sangat efektif 0.5 kehamilan per 100 pengguna selama setahun pertama

                                                       ii.          Tidak mempengaruhi senggama dan tidak mengganggu produksi ASI

                                                     iii.          Tidak ada efek samping hormonal

 

d)      Metode Operasi Pria (MOP)/Vasektomi

MOP bekerja dengan cara menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan mengikat vas deferens sehingga alur transportasi sperma terhambat dan fertilisasi tidak terjadi. Metode ini harus melalui prosedur medis/operasi. MOP dapat bekerja sangat efektif (Setelah 20 ejakulasi atau 3 bulan post operasi) dan tidak memiliki efek samping jangka panjang.

2)      KB Hormonal

Kontrasepsi hormonal merupakan kontrasepsi dimana estrogen dan progesteron memberikan umpan balik terhadap kelenjar hipofisis melalui hipotalamus sehingga terjadi hambatan terhadap folikel dan proses ovulasi. Metode kontrasepsi hormonal pada dasarnya dibagi menjadi 2 yaitu kombinasi (mengandung hormon progesteron dan estrogen sintetik) dan yang hanya berisi progesteron saja. Kontrasepsi hormonal kombinasi terdapat pada pil dan suntikan/injeksi. Sedangkan kontrasepsi hormon yang berisi progesteron terdapat pada pil, suntik dan implant.

a)      Implan

Implan merupakan metode dengan memasukkan kapsul berisi hormon di bawah kulit. Metode ini dapat aktif selama 3 tahun pemakaian. Implan bekerja dengan cara mencegah ovulasi, mempengaruhi transformasi endometrium sehingga implantasi sulit, mengentalkan lendir serviks sehingga menghambat penetrasi sperma, serta mengubah motilitas tuba sehingga transportasi sperma terganggu. Dapat dipasang 48 jam hingga enam minggu setelah bersalin.

Keuntungan:

                                          i.          Efektivitas tinggi 0,5 kehamilan per 100 pengguna dalam 1 tahun pemakaian

                                                            ii.          Tidak mengganggu hubungan seksual

                                                          iii.          Tidak mempengaruhi produksi ASI

                                                          iv.          Efek samping sedikit terhadap kesehatan

                                                            v.          Dapat dihentikan setiap saat

                                                          vi.          Mengurangi jumlah, lama dan nyeri haid

                                                        vii.          Mencegah kanker endometrium dan ovarium

Efek samping:

a)      Gangguan pada haid (perdarahan, spotting, amenorea)

b)      Peningkatan berat badan

c)      Payudara menjadi tegang, mual, pusing, dermatitis atau jerawat

d)      Risiko kehamilan ektopik cukup tinggi (tapi lebih rendah jika dibandingkan wanita yang tidak ber-KB)

b)        AKDR/IUD

AKDR/IUD hormonal adalah AKDR/IUD yang dilapisi hormon progestin. Efektif mencegah kehamilan tiga hingga lima tahun tergantung merk IUD. Waktu pemasangan adalah 10 menit hingga 48 jam setelah bersalin dan empat hingga enam minggu setelah bersalin.

c)        Suntik

Metode suntik tersedia dalam bentuk Suntikan Progestin (3 bulanan) dan Suntikan Kombinasi (1 bulanan). Metode ini bekerja dengan cara mencegah ovulasi, mencegah implantasi, mengentalkan lendir serviks sehingga sulit dilewati sperma, serta mengganggu pergerakan tuba sehingga mengganggu transportasi sel telur.13 Suntik Progestin bisa diberikan 6 minggu setelah bersalin sedangkan suntik kombinasi dapat diberikan 48 jam dan 6 minggu setelah bersalin. Suntik kombinasi boleh digunakan untuk ibu yang tidak menyusui.

Keuntungan:

                                                     i.          Efektivitas tinggi 0,3 kehamilan per 100 pengguna selama 12 bulan pertama

                                                  ii.          Tidak mempengaruhi hubungan suami istri

                                                iii.          Risiko dan efek samping terhadap kesehatan kecil

                                                 iv.          Mengurangi jumlah, lama dan nyeri haid

                                                   v.          Mencegah kehamilan ektopik, kanker ovarium dan endometrium

Efek Samping:

                                                i.     Perubahan pola haid, perdarahan bercak atau spotting sampai 10 hari

                                      ii.     Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan, dan akan menghilang setelah suntikan kedua atau ketiga

                                            iii.     Penambahan berat badan

                                            iv.     Dapat terjadi efek samping yang serius seperti serangan jantung, stroke, gangguan pembekuan darah, timbulnya tumor hati

d)      Pil

Metode Pil hampir sama dengan metode suntik (dari segi cara kerja, keuntungan dan efek samping, hanya saja digunakan dengan cara diminum. Pil dapat bekerja efektif selama penggunaan yang benar, diminum setiap hari pada jam yang sama dan tidak ada tablet yang terlupa serta kesuburan dapat kembali segera setelah penggunaan dihentikan. Pil tersedia dalam bentuk pil progestin dan pil kombinasi. Waktu yang tepat untuk mengonsumsi pil progestin maupun kombinasi adalah 48 jam hingga 6 minggu setelah bersalin.

f.     Cara-Cara Memperoleh Pelayanan KB

Dalam memutuskan menggunakan KB, klien tentunya harus mengetahui informasi mengenai KB yang akan digunakan, berdasarkan kondisi klien masing-masing, serta klien dapat memilih metode KB yang diinginkan. Pemberian informasi ini harus segera dimulai bahkan sejak kehamilan dimulai (jika berencana menggunakan KB pasca persalinan), informasi ini dapat diperoleh dari konseling KB oleh tenaga kesehatan. Konseling juga dapat diperoleh dari para petugas di lapangan (non klinik) yaitu PPLKB, PLKB, PKB, PPKB, Sub PPKBD dan kader yang sudah mendapatkan pelatihan konseling yang standar. Klien dapat memperoleh pelayanan KB antara lain di FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) seperti puskesmas, praktik bidan dan FKTRL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut) seperti Rumah Sakit.

g.    Masa Subur

Menstruasi merupakan perdarahan periodik dari uterus yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. Menstruasi sebagai tanda awal masa subur seorang wanita, dimana pada masa ini indung telur seorang wanita sudah mampu menghasilkan sel telur, sehingga bisa dikatakan bahwa wanita tersebut berada pada usia reproduksi. Menstruasi pada ibu setelah melahirkan dipengaruhi oleh faktor hormon hipofisis, yaitu terjadi peningkatan kadar prolaktin secara progresif yang dipengaruhi oleh proses menyusui, kekerapan menyusui dan lama setiap kali ibu menyusui. Kadar prolaktin berperan dalam menekan ovulasi dan menghambat terjadinya menstruasi. Jurnal Endokrinologi (2015) tentang Rapid modulation of hypothalamic Kiss1 levels by the suckling stimulus in the lactating rat menyatakan bahwa rangsangan atau stimulus dari hisapan bayi saat menyusui, secara langsung akan mengeluarkan prolaktin dan menyebabkan penekanan pada GnRH/ LH yang berfungsi dalam proses ovulasi. Kadar prolaktin normal 10-25 ng/mL meningkat menjadi 200-400 ng/mL pada saat ibu hamil dan terus meningkat pada permulaan menyusui sehingga terjadi hiperprolactinemia. Apabila frekuensi menyusui tetap dipertahankan maka kadarnya bisa tetap diatas normal selama 18 bulan atau lebih. Penelitian dalam journal of obstetry and gynecology (2014), tentang Prolactin and aggression in women with fertility problems mendapatkan hasil bahwa dengan 33 responden wanita dengan kadar prolaktin >250 mg/ml ml mengalami ketidaksuburan lebih tinggi dibandingkan dengan 33 responden wanita dengan kadar prolactin


DAFTAR PUSTAKA

             Sumantri, U. Modul Pelatihan Keluarga Sehat. (Kementerian Kesehatan RI Badan                         PPSDM                     Kesehatan, 2017).

Keluarga Sehat. (Kementerian Kesehatan RI Badan PPSDM Kesehatan, 2017).

Ati, E. P. et al. Modul Kader Matahariku (Informasi Tambahan Kontrasepsiku). 1–46             (2019).

Siregar, K. G. Perbandingan Waktu Datangnya Menstruasi Postpartum pada Ibu ASI                 Eksklusif dan Non ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Bulan.                 (2018).



 


KB PASCA SALIN

  MENGENAL KB PASCA SALIN a.     Pengertian Program Keluarga Berencana Program keluarga  berencana adalah tindakan yang membantu pasangan ...